Sabtu, 25 Agustus 2018

Contoh Puisi Sedih dan Contoh Puisi Galau Terlengkap


Kumpulan Puisi dan Pantun - Puisi menurut wikipedia bahasa indonesia adalah salah satu bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat dengan irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait,dan penuh makna.

Puisi bisa menjadi media untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang, penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengutamakan kekuatan bahasa dengan stuktur fisik dan struktur batinya.

Dalam puisi modern, tema atau isi puisi lebih berwarna dan beragam. Salah satunya adalah puisi cinta. Di dalam puisi cinta yang menggunakan gaya puisi modern, penulis puisi bebas menentukan jalan cerita atau bahasan di dalam puisi miliknya. Puisi cinta bisa termasuk ke dalam beberapa jenis puisi seperti balada, romansa, maupun elegi. Beberap puisi modern ini dapat ditemukan di berbagai buku antologi puisi.
Berikut ini adalah contoh puisi cinta yang romantis. Mulai dari contoh puisi cinta sedih, contoh puisi cinta dalam diam, contoh puisi cinta lucu, contoh puisi cinta islami, contoh puisi cinta pendek, contoh puisi cinta sejati, contoh puisi cinta tanah air, contoh puisi cinta lingkungan, contoh puisi cinta bertepuk sebelah tangan, contoh puisi cinta jarak jauh, conto puisi cinta muslimah, contoh puisi cina menyentuh hati, conto puisi cinta, contoh puisi cinta terlarang, dll.


Puisi Sedih – Kesedihan merupakan salah satu cabang perasaan yang sangat dalam dari diri manusia sehingga ketika merasakannya kita seolah-olah merasakan sesuatu yang tidak dirasa senang atau bahagia di dalam diri kita, kesedihan juga sering membawa kita pada tahap-tahap kehidupan yang begitu sukar untuk kita lalui dan kita lewati karena terkadang butuh waktu yang begitu panjang saat kita merasakan kesedihan dan kepedihan di dalam hidup kita.
Mungkin bagi kamu yang sekarang sedang merasa sedih atau galau, melalui puisi ini dapat mewakili perasaan yang sedang kamu alami saat ini, berikut contoh puisinya

Mantan

Disaat menyatu tetapi tak pernah satu tujuan,
Disaat berpisah namun tak berjauhan
Bukan ego yang menjadi akhir
Tetapi logika yang tak pernah mengalir
Bukan bodoh yang dipersalahkan
Tetapi gengsi yang membuatmu merelakan
Arah membawa langkah yang diselimuti rindu
Tak tau kepada siapa akan mengadu
Pergi… jauh..
Memendah rasa yang telah rapuh
Sebuah kisah berujung pilu
Terusik sisa-sisa kenangan yang telah lalu
Sudah jauh berjalan mengitari waktu
Tetapi sedikit rindu masi terselip untuk mu
Apa kau tahu wahai mantanku ?

Kenang yang Berkunang

Rangkaian mantra yang terluka
Bagai irama menyiratkan senja
Ingatan hanyalah menuai lara
Kian hampa melambaikan siksa
Kutuliskan nama di lautan
Laut menghempasnya
Kutuliskan nama di hati
Engakau pun menyayatnya
Bukan air mata yang mengalir
Kau nodai kisah yang bukan sandiwara
Bukan pula debu yang membelenggu
Kau rantaikan rindu yang penuh dosa
Dari kenang yang melahirkan sunyi
Kini kunang menjadi prasasti
Created by : M. Hamdani Halim

 Fobia Rindu

Terlalu selalu melulu
Rindu berdarah berdarah semu
Diam terpaku tak hilang
Semakin membabak perih
Memang engkau siapa?
Datang tetiba,
Pergi entah kunjung massanya
Jika rindu itu sayang
Maka hantar pada tempatnya

Contoh Puisi Sedih 4

Tak melulu air mata
Untuk mendefinisikan luka
Tak harus bersumpah serapah
Meski kini kita bak dua kubu yang terpecah
Dan tak perlu tiba-tiba menghilang
Untuk mengukur batas antara nyaman dan sayang
Kau boleh mencerca bila menurutmu keputusanku terlalu gila
Kau bisa mengalihkan pandang
Jika tak sudi menyaksikan hatiku yang remuk redam
Dan kau berhak memadamkan pijarku
Tersebab dirimulah yang telah menyulut apinya, dulu…
Created by : Yoshie Arie

Contoh Puisi Galau 5

Kalau saja aku mampu, kan kulewati hari ketika mengenalmu
Kalau saja aku mampu, tak ku biarkan bayangmu menghampiriku
Kalau saja aku mampu, kan ku tahan jantungku
Agar tak berdegup kencang karena melihatmu
Dan kalau saja aku mampu,
hujanpun kan ku hentikan
Teruntuk kamu yang haus kehangatan
Tetapi..
Aku hanya mampu mencintaimu dalam diam,
Memandangimu dari kejauhan
Menjadi rumah yang menunggumu datang
Meskipun kau lupa jalan pulang
Created by : F.ISM

Kau sandiwaraku di Kala itu

Semenjak rasa yang kian begitu menggebu
Membelenggu diri bak patung yang terpampang membatu
Aku buta.. Dan kau sebagai mata hatiku
Aku tuli.. Dan kau pendengar setiaku.
Tapi itu dulu.. Ketika kau masih menjadi sandaranku
Kau penghapus pelipur lara dalam gundah malamku
Kau bahkan candaku ketika aku bersedih pilu
Dan kali ini kau hanya bayangan dimasa laluku
Terhapus seperti kenangan yang mulai memudar
Hanyut oleh bulir air mata yang ku teteskan
Menghilang dari ingatan karena ulah lupaku
Tak terlihat lagi karena kabut mulai datang menemuiku
Created by : Anih Ai Aisyah

Malam Ketika Hujan Membawa Pulang Kenangan

Malam mulai menyepi
Hujan kembali menyapa bumi
Sembari memulangkan setiap kenangan
Yang kemarin hampir berhasil kulupakan
Hujan di malam pilu
Memaksaku berteduh ditepian waktu
Menyaksikan pertunjukan kisah lalu
Aku, terjebak dalam basahnya sendu
Dikekang gigil sembilu
Meronta sendiri didekap sunyi

Perihal Lalu

Figurmu berlalu
Namun tidak untuk laku
Yang manis tapi palsu
Juga lisan yang didengar hati
Ada tapi tak ada
Kadang melagu elegi rindu
Dalam syair kecewa lama
Irama luka lalu
Sirna rasa suka
Kepala membuku geliat khianatmu
Serta membingkai syahdu indahmu
Kala raga mendamba temu
Sukma menabuh genderang pilu
Tak kan lagi ada kembali
Tak sudi sapa lalu
Biar kau pergi, ku pergi
Kadung terluka masa lalu
Created by : Raisa

Fatamorgana cinta

Seribu langkah yang kita pijak
Menguntai senyum dalam kanvas cinta
Ceriamu membahagiakan diriku
Apa yang kurasa kini telah percuma
Hanyalah luka yang menjadi bayang
Aku sangat mencintaimu
Tapi aku harus pergi dari kehidupanmu
Kini aku membatasi pikirku
Tak akan kuulang masaku yang telah lalu
Semakin mengenang aku pun terluka
Hanyalah malaikat-malaikat di perladangan
Sukma yang mendengarkan tangisan alam
Menjadi saksi fatamorgana cintaku

Pudar

Ruang rasa berkata pada mata
Mengenai luka yang memudarkan warna
Berkaca dari waktu dipengujung senja
Kumulai dari sayatan kecewa
Membisu seketika
Membuta sekejap jiwa
Lara datang tanpa bicara
Cinta hilang tanpa bias cahaya
Akhiri saja kenangan ini
Demikan kucoba melupa
Mengenai hasrat bersama
Itu cukup memudar
Sebagai kenangan nostalgia
Created by : Citra A

Merintih dalam kegagalan

Saat kau mengalami kegagalan
Kau yang selalu jatuh
Kau tak pernah berhenti berdoa
Kau tak pernah berhenti berjuang
Cobalah untuk bangkit
Dan terus merakit
Walaupun dalam waktu sempit
Hingga kau merasa sakit
Dan cobalah memahami
Sang rabb akan tetap disini
Yang akan terus memberi
Segala jawaban pasti

Perih

Deburan ombak yang menghantam tebing-tebing
Hembus angin yang menerpa tubuhku
Dan aku pun terjatuh
Terbaringku di tepi pantai membuatku
Tak berdaya
Sendiriku menangis dan memendami perasaan ini
Hati ini hancur bagaikan serpihan kaca
Yang tak bisa bersatu lagi
Tak terasa air mata mengalir
Membasahi pipiku
Semakin ku memikirkannya
Semakin pula air mata ini mengalir
Kupejamkan mata ini dan kurasakan
Rasanya sakit hati yang mendalam

Patah hati

Haruskah ku kasihani cintaku
Yang terluka karena sembilu
Sesakit apapun yang kurasa pada badan ini
Semua akan kalah dengan secuil perih di hati
Inikah rasanya patah hati
Yang membuat luka seakan abadi
Kini yang mampu ku lakukan hanya bersabar
Menahan rasa sakit yang semakin menyebar
Biarlah sedih ini ku nikmati
Dan ku jalani perih ini dengan hati
Created by : Abdul Zaelani

Contoh Puisi Sedih 14

Ada yang tidak mampu tertahan
Tentang bagaimana cara terungkapkan
Namun hanya mampu terdiam dan bertahan
Bersama sepi bernama kesetiaan
Apakah kau tahu proses menuju baik itu sulit?
Takkah kau tahu jika menanti itu teramat sakit
Kemudian kepergianmu menyapa tanpa kata
Menelusuk hingga menusuk palung jiwa
Hingga tubuhku terkulai lemas tak berdaya
Hingga akhirnya aku sadari bahwa
“Aku bukan siapa-siapa”
Created by : Sandri Tubagus Mutiar

Contoh Puisi Sedih 15

Diatas tanah aku menatap langit
Yang terlihat hanyalah duka
Diantara hujan turun
Tanpa henti langit dan bumi
Mengiringi isak tangis manusia
Jeritan duka mencekam di saat kehilangan
Tak mampu membuat ruh kembali ke jasad
Yang terbujur kaku dengan lilitan kain kafan
Yang terucap hanyalah “innalillahi wa inna ilaihi rajiun”


Mungkin Yang anda Cari: 


Related Posts

Contoh Puisi Sedih dan Contoh Puisi Galau Terlengkap
4/ 5
Oleh