Selasa, 29 Januari 2019

Pantun Talibun : Pengertian, Ciri-ciri, Tema dan Contohnya



  1. Pengertian Pantun Talibun dan contohnya itu apa sih ?
  2. Apa yang dimaksud dengan Pantun Talibun ?
  3. Apa arti kata Pantun Talibun ?
  4. Apa itu Pantun Talibun dan artinya ?
  5. Apa contoh Pantun Talibun ?

Pengertian Pantun Talibun dan Contohnya



Pantun talibun merupakan bentuk puisi lama yang memiliki sampiran dan isi. Talibun identik dengan jumlah barisnya yang berjumlah genap dan lebih dari 4 baris, misalnya 6 baris, 8 baris, 10 baris. Jika pantun talibun berisi 4 baris maka 2 baris pertama adalah sampiran dan 2 baris berikutnya adalah isi. Begitu juga dengan pantun talibun 6 baris maka 3 baris pertama adalah sampiran dan 3 baris berikutnya adalah isi. Aturan ini berlaku untuk pantun talibun dengan jumlah baris berapapun.

 

Ciri-ciri Talibun

  • Talibun adalah sejenis puisi bebas
  • Talibun bersajak abc-abc, abcd-abcd, dan abcde-abcde dan seterusnya.
  • Mempunyai jumlah baris dengan bilangan genap yang terdiri atas isi dan sampiran
  • Kalimat yang berisi sampiran pertama, kedua dan kalimat sampiran seterusnya itu saling memiliki hubungan atau bisa juga saling bertentangan
  • Terdapat kalimat pembantu yang berada pada sampiran, berupa perumpamaan dalam penyampaian isi.
  • Setiap baris talibun terdiri atas 8 sampai 12 kata
  • Isi dari talibun menjelaskan tentang suatu perkara
  • Gaya bahasa yang dipakai sangat luas dan menekankan pada pengulangan yang berirama
  • Salah satu bahan yang penting dalam pengkaryaan kisah atau cerita pelipur lara
  • Dalam pembentukannya, talibun menggunakan puisi lain (syair atau pantun)
  • Tidak ada pembayang, setiap rangkap bisa menjelaskan keseluruhan cerita/kisah
  • Ada beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian


Tema Talibun

  1. Menceritakan keajaiban sesuatu
  2. Menceritakan kecantikan seseorang
  3. Menceritakan kelakuan dan sikap manusia
  4. Menceritakan kelakuan di masa lalu
  5. Menceritakan kebesaran suatu tempat



Contoh PantunTalibun



Berikut adalah kumpulan beberapa contoh pantun talibun yang bisa digunakan sebagai referensi:

Talibun 6 baris

(1)Burung elang terbang tinggi
Membidik mangsa di daratan Jawa
Makanan hilang di tengah rawa
Wahai kalian para muda mudi
Jangan lengah dan terperdaya
Dengan rayuan sesat dunia

(2)Melihat guru sedang mengajar
Mengajar agama dengan telaten
Hingga fajar berubah petang
Kalau engkau rajin belajar
Siapkan bekal tuk masa depan
Insya Allah semua menjadi terang

(3)Bunga mawar telah merekah
Jangan memetik tanpa meminta
Bisa terluka nanti di tangan
Wahai pemuda janganlah lemah
Gapailah sejatinya cinta
Agar bisa mewarnai kehidupan

 

Talibun 8 baris

(1)Roti Buaya dari Jakarta
Kudapat dari pamannya Jaka
Lalu roti pun kubawa pulang
Pulang menuju kota Mataram
Langit kini berwarna jingga
Pertanda senja pun telah tiba
Dan mentari pun harus berpulang
Ke arah barat tempat terbenam

(2)Begitu terang sinar sang surya
Membuat silau di mata ini
Kulit tubuhku pun kepanasan
Oleh sinarnya yang panas cerah
Arjuna itu anak ketiga
Putranya Pandu dan Dewi Kunti
Dia punyai paras yang tampan
Dan sangat lihai dalam memanah

(3)Di kolam ada bunga seroja
Seroja itu berwarna putih
Putih warnanya sangat cemerlang
Membuat kolam indah selalu
Hatiku kini tengah gembira
Karena telah jumpa kekasih
Kekasih yang lama telah menghilang
Hilang dan pergi dari diriku


Adapun contoh pantun talibun 12 baris dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

(1) Di pelaminan ada pengantin
Yang wajahnya kini tengah sumringah
Karena kini resmi bersama
Di dalam ikatan pernikahan
Pengantin pria berseri-seri
Pengantin wanita juga berseri
Ini bukanlah sembarang cincin
Ini adalah cincin bertuah
Di dalam cincin ada arwahnya
Yang bisa buat kuat si tuan
Dari sayatan pisau belati
Dan juga dari sengatan api

(2) Suara ombak di tengah laut
Telah terdengar di kuping ini
Suaranya begitu nyaring berdebur
Buat kuping pun terasa pepat
Oleh suara ombak di sini
Di laut biru Pulau Kelapa
Kokok ayam pun telah menyahut
Datangnya sinar mentari pagi
Yang datang dari penghujung timur
Membawa sinar terang yang hangat
Kepada insan di muka bumi
Juga kepada alam semesta

(3) Aku siapkan sebuah pena
Dan juga kertas yang secarik
Di sana aku mulai mengarang
Sebuah kisah percintaan
Yang membuat rasa pili di hati
Yang buat pembaca jadi bersedih
Siang hari pun telah tiba
Membawa sinar panas yang terik
Membuat kulit bagai terpanggang
Di atas wajan penggorengan
Dengan api yang tengah tinggi
Dengan minyak yang tengah didih

(4) Pagi hari kini telah tiba
Malam hari telah lama berlalu
Para petani pun telah berangkat
Menuju sawah yang Tempat dimana
Mereka akan melakukan
Pemanenan padi yang telah lama ditanam
Sore hari pun segera tiba
Pertanda siang akan berlalu
Mentari kian menuju barat
Langit pun mulai berwarna jingga
Burung-burung pun beterbangan
Menuju rumah tempat berdiam

(5) Laut tenang jernih airnya
Ombaknya pun jarang menderu
Dan suara burung di lautan pun
Masuk ke kuping dengan mengalun
Membuat tentram di hati ini
Membuat aku candu jadinya
Ucapnya lembut selembut sutra
Senyumnya manis bagaikan madu
Pandangnya sejuk bagikan embun
Yang slalu hadir di pucuk daun
Dialah kembang desa di sini
Yang didambakan tiap jejaka

(6) Sang senja pun telah tiba
Waktu siang pun sudah tiada
Langit pun mulai berwarna jingga
Matahari pun kian berlabuh
Menuju arah barat di sana
Dan waktu malam pun akan tiba
Dia adalah si kakek tua
Yang rajin kerja meski tak muda
Selalu gigih dalam bekerja
Dan tidak pernah dia mengeluh
Namun dirinya kini tiada
Membuat kami jadi berduka



Demikian materi tentang puisi lama talibun, jangan lupa baca materi Bahasa Indonesia yang lainnya di blog ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.


Penelusuran yang terkait dengan Contoh Pantun Talibun

  • contoh pantun talibun 12 larik
  • contoh pantun kilat
  • contoh pantun seloka
  • contoh pantun berkait
  • contoh pantun berkait dan talibun
  • contoh mantra
  • pantun talibun tema persahabatan
  • contoh pantun gurindam
 

Related Posts

Pantun Talibun : Pengertian, Ciri-ciri, Tema dan Contohnya
4/ 5
Oleh