Minggu, 17 Februari 2019

30+ Contoh Pantun Nasehat Berbakti Kepada Orang Tua

Pantun ialah puisi melayu lama asli dari  indonesia yang terdiri atas sampiran dan juga isi dengan rima a-b-a-b. Pada dasarnya Kata “Pantun” tersebut berasal dari bahasa jawa kuno yakni tuntun, yang berarti ialah mengatur atau menyusun.
Pantun merupakan sebuah karya yang tidak hanya mempunyai rima dan juga irama yang indah, tetapi juga memiliki makna yang penting. Pantun tersebut awalnya adalah karya sastra indonesia lama yang diungkapkan dengan secara lisan, tetapi dengan seiring berkembangnya zaman sekarang pantun itu mulai diungkapkan dengan tertulis.
Pantun juga ialah suatu karya yang dapat menghibur dan juga mendidik serta juga menegur. Pantun adalah suatu ungkapan perasaan dan juga suatu pikiran, dikarenakan ungkapan itu disusun dengan kata-kata yang sedemikian rupa sehingga dapat sangat menarik untuk didengar atau juga dibaca. Pantun tersebut menunjukkan bahwa indonesia mempunyai ciri khas tersendiri untuk dapat mendidik dan juga menyampaikan hal yang bermanfaat.


CIRI –CIRI PANTUN

  • Pantun mempunyai Bait, pada tiap-tiap bait pantun itu disusun oleh baris – baris. Satu bait tersebut terdiri atas 4 baris . yaitu :
    1.Setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
    2.Setiap baris terdiri atas 4  sampai 6 kata.

  • Setiap bait pantun terdiri dari sampiran dan juga isi. Pada Baris pertama dan juga kedua adalah sampiran, baris ketiga dan juga keempat ialah isi. (Walaupun sampiran tersebut tidak berhubungan secara langsung dengan isi, tetapi lebih baik jika kata – kata pada sampiran itu ialah suatu cerminan dari isi yang hendak disampaikan)
  • Pantun itu Bersajak a-b-a-b atau juga a-a-a-a.
Penting : Ciri – ciri pantun  ialah yang terdapat di atas, kita harus dapat mengenali ciri – ciri pantun agar dapat membedakan anatara pantun dengan puisi lama yang lain. Contohnya ialah ada yang mengatakan bahwa terdapat suatu pantun 2 baris, dan hal tersebut adalah pendapat yang keliru (salah), dikarenakn yang dua baris itu merupakan karya puisi lama yang disebut dengan Gurindam.

 

MACAM – MACAM PANTUN

Pantun Berdasarkan Siklus Kehidupan (usia) , ialah sebagai berikut :

  • Pantun Anak – Anak ialah suatu pantun yang berhubungan dengan suatu kehidupan pada masa anak – anak. Pantun tersebut dapat menggambarkan suatu makna kegembiraan maupun kesedihan.
  • Pantun Orang Muda ialah suatu pantun yang berhubungan dengan suatu kehidupan pada masa muda. Pantun tersebut biasanya berartikan mengenai perkenalan, Hubungan Asmara  rumah tangga, dan Perasaan (kasih sayang, iri, dll), serta juga nasib.
  • Pantun Orang tua ialah suatu pantun yang berhubungan dengan Orang Dewasa (Tua). Biasanya mengenai suatu Adat Budaya, Agama, Nasihat, dan lain sebagainya.

Pantun Berdasarkan Isinya , ialah sebagai berikut:

  • Pantun Jenaka ialah pantun yang berisikan mengenai hal – hal lucu dan juga menarik.
  • Pantun Nasihat ialah suatu pantun yang berisikan mengenai suatu nasihat, yang bertujuan untuk mendidik, dengan cara memberikan suatu nasihat mengenai moral, budi perkerti, dan lain sebagainya.
  • Pantun Teka – Teki  ialah suatu pantu yang berisikan suatu teka teki, dan juga biasanya para pendengar atau juga pembaca akan diberi kesempatan untuk dapat menjawab atau menerka teka – teki pantun itu.
  • Pantun Kiasan ialah suatu Pantun yang berisikan mengenai suatu kiasan yang biasanya untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat.


Ciri-ciri Syair Pentun :

  • Terdiri berasal dari 4 larik dalam setiap baitnya.
  • Setiap bait memberi tambahan makna sebagai sebuah satu kesatuan.
  • Semua baris dalam syair adalah isi, menjadi dalam syair tidak tersedia sampiran.
  • Mempunyai pola A-A-A.
  • Jumlah suku kata dalam tiap baris syair adalah 8 hingga bersama 12 suku kata.
  • Isi syair berbentuk nasihat, petuah, dongeng ataupun cerita.
  • Kumpulan Pantun lucu dan jenaka dan juga humor ini kita dapatkan berasal dari berbagai referensi di internet. Jika Anda pernah membacanya di buku atau majalah tetapi kebanyakan sering lupa dan menghendaki membacanya lagi sebab punya unsur seni yang tinggi dan tentu saja menghibur.





Contoh PantunTerbaik dan Terbaru




Berikut ini adalah kumpulan pantun nasehat agar berbakti kepada orang tua. Terdiri dari beberapa judul:

Pantun nasehat Berbakti Kepada Ibu
Pantun nasehat berbakti kepada bapak
Pantun nasehat berbakti kepada orang tua.

Pantun Nasehat Berbakti Kepada Ibu

berbakti kepada orang tua.
Contoh pantun nasehat berbakti ke orang tua
Terbang tinggi burung merpati,
Masak kue tambah mentega.
Kepada Ibu wajib berbakti
Sebagai jalan menuju surga.

Hangat minuman dari lada,
Segar pula rasa selasihnya.
Rindu hati kepada Ibunda
Rindu akan kasih sayangnya. 

Jangan suka merasa nestapa,
Cari teman yang jenaka.
Jasa ibu jangan dilupa
Kalau dilupa akan durhaka.

Dalam kolam ikan berenang,
Ikan laut ikan cakalang.
Kasih ibu selalu terkenang,
Tempat jauh, inginku pulang. 

Pencuri suka mengendap-endap,
hendak mengambil kamera.
Masakan emak paling sedap,
Walau biasa, bangkit selera. 

Pantun Nasehat Berbakti Kepada Ayah

Hari panas meminum nira,
Baru dipetik segar rasanya.
Pengorbanan ayah tiada terkira,
Sehingga anak-anak hidup bahagia.

Jembatan besi jembatan baja,
Beji besar jadi penyangga.
Siang malam pergi bekerja,
Agar tak sengsara semua keluarga. 

Angin kencang daun terbawa,
Banyak buah pada dahannya.
Untuk ayah kupanjatkan doa,
Semoga mendapat ampunan-Nya. 

Main di jurang sangat bahaya,
Jurang dalam banyak batunya.
Moga-moga Ayah bahagia,
Melihat anak-anak sukses semua. 

Pantun Nasehat Menghormati Orang Tua

Walau hitam arang kelapa,
Jika dibakar api membara.
Hormati olehmu Ibu Bapak,
Ridha Allah ada pada ridhanya.

Waktu kecil menonton kartun,
Punya mainan suka rebutan.
Kepada Ibu mestilah santun,
Berbicara sopan penuh kelembutan. 

Padi digiling menjadi beras,
Kalau dicium wangi harumnya.
Jangan suka berbicara keras,
Nanti sakit hati Ibunda. 

Bekerja keras tubuhpun lelah,
Makan nasi lauknya kerang.
Jangan sesekali berkata ‘ah’
Bicaralah sopan penuh kasih sayang.

Related Posts

30+ Contoh Pantun Nasehat Berbakti Kepada Orang Tua
4/ 5
Oleh