Sabtu, 25 Agustus 2018

Contoh Puisi Romantis Menyentuh Hati

Kumpulan Puisi -Puisi merupakan sebuah karya sastrayang memiliki keunikan berupa rima atau persamaan bunyi di akhir kalimat, adanya bait, baris, dengan gaya bahasa bebas namun cenderung memiliki makna atau keindahan. Dahulu puisi sangat terikat oleh aturan-aturan tertentu, sesuai zamannya. Puisi yang terikat seperti ini disebut sebagai puisi lama. Contohnya seperti mantra, pantun, talibun, syair, karmina, gurindam, dsb.
Namun, sekarang puisi lebih bebas terutama dalam gaya bahasa sehingga sering dikenal sebagai puisi modern atau puisi baru. Beberapa bentuk puisi modern yaitu balada, himne, satire, elegi, romansa, ode, dan epigram. Beberapa pencipta puisi yang terkenal seperti Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Aan Mansyur, dan masih banyak lagi.

Dalam puisi modern, tema atau isi puisi lebih berwarna dan beragam. Salah satunya adalah puisi cinta. Di dalam puisi cinta yang menggunakan gaya puisi modern, penulis puisi bebas menentukan jalan cerita atau bahasan di dalam puisi miliknya. Puisi cinta bisa termasuk ke dalam beberapa jenis puisi seperti balada, romansa, maupun elegi. Beberap puisi modern ini dapat ditemukan di berbagai buku antologi puisi.

Berikut ini adalah contoh puisi cinta yang romantis. Mulai dari contoh puisi cinta sedih, contoh puisi cinta dalam diam, contoh puisi cinta lucu, contoh puisi cinta islami, contoh puisi cinta pendek, contoh puisi cinta sejati, contoh puisi cinta tanah air, contoh puisi cinta lingkungan, contoh puisi cinta bertepuk sebelah tangan, contoh puisi cinta jarak jauh, conto puisi cinta muslimah, contoh puisi cina menyentuh hati, conto puisi cinta, contoh puisi cinta terlarang, dll.


Contoh Puisi Romantis Menyentuh Hati

Tersudut dalam ruang sunyi
Pada rasa yang masih menanti
Pada harap yang kian mengikat hati
Sekelebat bayangmu tak henti menghantui
Ragaku mati
Kau ingkar janji
Kau sibuk sendiri
Dan kau selalu saja tinggalkanku dalam sepi.
Sepi yang menjelma rindu tersakiti
Hingga kini tak ada lagi peduli
Hatiku sunyi
Saat kau beranjak pergi
Aku sudah tak peduli lagi
Kau sudah kuanggap mati
Kau sudah menyayat hati
Dan kau… telah menghianati

– Rindu Menanti Kabar –
Aku bisa untuk menahan haus, lapar, ataupun kantuk tubuh ini
Namun untuk memikirkanmu
Atau tentang masalah rindu
Maaf aku tak bisa kompromi
Dan pikiranku selalu meracau
Mengapa engkau belum ada kabar sampai hari ini
Disini rasa lelahku telah menanti
Menanti untuk kau beri kabar lagi
Jika ada cara untuk bisa mengetuk hatimu
Akan kulakukan dengan sabar
Hingga rasa kopi digelasku berubah hambar
Bercampur dengan rasa resah, salah atau benar
Kau yang jauh disana….
Ingatlah,… disini ada hati yang kau tinggalkan
Yang kau beri rindu sebagai penyatu
Dan sekarang rindu itu berontak padaku
Mencari sang empu
Berharap temu untuk meluruhkan pilu
Entah sampai kapan kau acuhkan aku?
Mengabaikan rasaku
Yang selalu merindukanmu
Dan berharap kau cepat menyapaku
Rindu ini kian berkecambuk
Makin hari makin sibuk
Memikirkan kau yang semakin tega
Mengabaikan rasaku hingga tak satu pun kata bersua
Lagi-lagi kamu bungkam tak ada kabar
Dan lagi-lagi kopiku telah berubah hambar
Hingga kini tak terteguk hanya terpapar sabar

– KAUM KUMUH –
Deras hujan menebas sejumput harap pengais belas kasih
Terseok derap langkah gegas mencari teduh
Mengabai kekosongan perut dalam rintih gaduh
tak reda tertelan hiruk-pikuk kota nun riuh sejak keterjagaannya di pangkal subuh
Menyusur letak hanya tuk sekedar menggeletak
Sekalipun titian pijak retak
tersungkur limbung dari tegak
Terbiar belaian tangan menghela peluh meluruh
Coba bergeming membantah cela dengan segenap rela di antara hela
Kehadiran acap terusir oleh penghibaan kikir
Risalah tak jua berakhir,
belas kasih enggan parkir; tak sejenak mampir
Sedu-sedan menghantar langkah meniti kelok takdir,
meski pengharapan fakir,
takkan menjadikan ketabahan kafir.
Rasa tergerus pelak,
iba hati pun tidak, menjelaga jiwa terkoyak
Riuh jerit batin memanggilmu bertindak,
mata air nestapa mengucur tumpah
Namun telinga jiwa kau tulikan,
mata hati terbutakan
Sampai kapan mereka kau acuhkan, Tuan?

Contoh Puisi Cinta Rindu Seseorang

Terlebur rasa didalam sepi
Menari berlari tapi tetap sunyi
Riuh terdengar suara hati
Melontarkan ketidak nyamanan diri
Ramai kembali mengusik imaji
Berharap Kasih tuk menemui
Tapi apa daya semua tak terjadi
Perih tetap saja mengunjungi
Setapak bayang kini mulai pergi
Hatiku patah bahkan bukan sekali
Kenangan yang kadang mengunjungi
Ku biarkan datang dan pergi
Karna kini tak lagi berarti jika ku tangisi
Berhari-hari kucoba pulih kembali
Namun rasa tetap hinggap dihati
Tak mau pergi sama sekali
Hingga kubiarkan hatiku tak lagi peduli
Mungkin sampai mati
– Senja –
Senja itu
hamparan jingga mengajakku menjelajah
mengitari pelataran semesta, bersama sang mega
Berharap ada hati yang bersedia untuk aku singgah
Lalu,
kusaksikan barisan rindu yang mengudara
di antara awan yang beriring lelah
menahan hujan,
agar tak tumpah pada kelopak yang membasah
Dibawah sana,
para langkah kian melemah
dalam tualangnya, ia memintal harap
akan rasa yang menyamudera
di antara tandus gersang hatinya
para langkah tak henti mengayuh langkah
menggenggam peta bernama; do’a
agar tak tersesat pada kecewa,
duka, yang pernah berulang menjatuhkannya
agar tak kesekian kalinya pula,
para langkah terjebak pada kubangan luka.
Sebab rasa mudah berubah menjelma lelah,
yang tak henti-hentinya mengundang lara
Biarkan aku menepi pada dermaga
agar tak lenyap terbawa asa yang berdarah,
pun pada arus samudera yang kian mendera
Memasrahkan duka, pada kawanan jingga
Yang berpulang
Menuju Sang Maha Iba

Contoh Puisi Sedih Karena Cinta

Kini
Hari-hari ku menjelma rangkaian puisi
Namun tak menuntut untuk kau baca
Imaji mengembara penuhi isi kepala
Kini
Jemariku gemulai melukis aksara
Diatas kertas beradu dengan pena
Kubiarkan angan menjelajah
Kini
Setiap kopi adalah inspirasi
Hujan jadi waktu tuk menuang rindu
Dan senja datang tuk meramu candu

– Rasa yang salah –
Siang ini cerah
Namun hati masih saja gerah
Panasnya rindu tetap mengangkasa
Aku masih sama
Masih tetap berlindung dibawah rasa gundah
Rasa yang mana itu adalah salah
Rasa yang tak tentu arah
Sampai habis masa akan tetap ada
Inginku mengakhiri semua
Apalah daya aku tak bisa
Aku menyimpan asa dengan sengaja
Hingga habis sepatah kata
Hanya harap tuk jadi semoga
Kisah akan kembali pada rasa yang semestinya
Yang membuat rindu enggan berkelana

– Rindu keliru –
Gerimis kali ini mengundang rindu
Merayu-rayu menjelma sendu
Memapah hanyut ke masa lalu
Hingga aku merasakan kembali resahnya pilu
Resah membelenggu qalbu
Tak pelak angan menjadi tabu
Mulut bisu, otak buntu
Terpa aku mati kutu
Didekap bayangmu yang enggan berlalu
Aku dilema dengan rasaku
Resah dengan hatiku yang masih menginginkanmu
Namun tak kunjung memungut titik temu
Mungkin benar rinduku keliru

– Cerita Cintaku –
Lewat sudah tengah malam
Dentingan jam mengupas kenangan
Mata belum juga terpejam
Melambungkan semua pikiran
Tinggalah aku seorang diri
Menyesapi sepi sekitar
Sepi yang gaduh di kepala
Yang sialnya membawa sepercik ingatan luka.
Tentang sebuah bayang
Yang kini tak lagi diharapkan
Lekaslah kau menjauh
Agar tak menjelma rindu
Tentang rindu yang kini telah rapuh
Enyahlah, dia tak lagi milikku utuh
Pergi saja, juga sampaikan pesanku perihal doa;
Semoga bahagia dengannya ‘tanpa ada hari yang terluka

Contoh Puisi Kecewa Karena Cinta

Hening kian memeluk sunyi
Arwah sepi kembali mengusik
Imaji berkelana tak karuan
Hati makin dilanda kegelisahan
Wangi aroma itu begitu khas
Menusuk ke dalam hidung
Bulu kuduk mulai terangsang
Napas mendesah kencang
Bergegas kubuang segala pikiran
Irama jantung berdetak tak karuan
Kudengar suara terkikik
Membuat nyali semakin tercekik
Ia berdiri tepat di sudut ruangan
Masih dengan gaun putih itu
Matanya memandang dengan sinis
Sedang ku disini berdiri terpaku
Kaku kala ia semakin meringis
Begitu tajam tatapannya
Tunggang langgang aku menghindar
Jelas di ingatanku tentang wajahnya
Terus terbayang dengan samar
Wajah yang begitu pucat pasi
Masih terus menghantui


Kamu

Lagi-lagi kamu
Membayangi otakku
Hingga aku jemu
Dulu aku memang mengharapkanmu
Tapi kini kau tiada berarti untukku
Cukup, lukanya cukup
Saat kita kembali bertemu
Sungguh, aku tak menginginkan itu
Sebab kau hanya membawaku
pada kenangan masa lalu
Aku
Diam terpaku
Beku seperti batu
Ketika terlintas bayang semu
Yaitu dirimu
Sudah cukup bagiku
Sebab luka darimu
Tak kunjung sembuh
Hilang sudah harapku
Saat ku tahu
Kau lebih memilih dia dibanding aku
Kini aku beranjak pergi darimu
Berusaha melupakanmu
Pergi sejauh inginku
Sekali lagi terima kasih untuk luka itu


Nah itu tadi sedikit sharing dari admin kumpulan contoh puisi. Puisi mana yang menurut kalian paling berkesan dan paling nempel dihati? Silahkan berikan komentarmu. Semoga bermanfaat bagi kalian para pembaca. Dukungan kalian sangat berpengaruh dalam kemajuan website ini. Share artikel ini jika sekiranya dapat membantu orang yang sedang membutuhkan. Jangan lupa untuk selalu mampir di portal dunia Pantun dan puisi ? 

Related Posts

Contoh Puisi Romantis Menyentuh Hati
4/ 5
Oleh