Sabtu, 25 Agustus 2018

60+ Kumpulan Contoh Puisi Pendek, Lama, Baru, kontemporer, Cinta dll Lengkap

Puisi Lama dan Puisi Baru

Puisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi baru ialah jenis puisi yang tidak terikat dengan aturan sehingga memiliki bentuk lebih bebas jika dibandingkan dengan puisi lama. Entah dari rima, barir, bait, diksi, gaya bahasa dan lain sebagainya
Sedangkan Puisi lama adalah kebalikan dari puisi baru.Yaitu sebuah jenis puisi yang penulisannya masih terikan dengan aturan-aturan dan kaidah seperti, jumlah kata dalam satu baris, sajak atau rima, banyak suku kata, dan lain sebagainya.

Contoh Puisi

Untuk mempesingkat waktu, saya akan langsung memberikan beberapa contoh puisi. Dalam artikel ini ada beberapa puisi yang dapat kalian jadikan sebuah refrensi, untuk dicontoh ketika akan membuat puisi, langsung saja berikut ini beberapa contoh puisi yang baik dan benar.
Dalam contoh puisi pertama ini, si admin akan memberikan contoh puisi tentang potret tempat tinggal. Bisa dikatakan membahas mengenai rumah atau tempat tinggal kita, penasaran berikut contohnya.

Potret Tempat Tinggalku 
Tanah lapang berlatar gersang
Tempatku merebah sepanjang malam
Langit kelam berteman bintang
Tanpa atap, aku terlelap
Beralaskan tikar
Di antara semak belukar
Memadu peluh di atas bumi
Di kala sunyi menghampiri
Bambu tua memagar liar
Riuh angin menyapu nalar
Benak menggelepar, menanti terang yang tak kunjung menjalar
Bisik jangkrik; tetaplah sabar
Biarkan terang kembali tersadar
Hingga desah angin memberi kabar
Tentang benak yang menanti terang dengan gusar
Teman Tak Sopan
Kutatap lorong kosong diujung sunyi
Terlintas sekelebat bayang putih
Samar-samar kudengar tawa lirih
Hingga membuat kudukku berdiri
Tampak ada langkah-langkah berlarian
Di sana, di balik rindang pohon tua
Sontak samar kudengar bunyi lirih tangisan parau
Dan benar! Aku melihatnya; sosok putih berlumur darah
Dia lekas menatapku
Dengan tatapan kosong dan muka yang datar penuh darah
Dengan cepat aku memalingkan pandanganku
Ingin segera pergi; namun langkahku mendadak kaku
Aku seperti beku
Hanya mampu memandanginya yang terus mendekatiku
Tubuhku bergetar, keringat dingin telah membasahi sekujurku
Aaargh sosok itu semakin jelas
Wanita cacat berambut panjang, bersedandung tawa menakutkan
Tidaakkk!!
Tolong jangan mendekat!!
Aku memejamkan mataku; tak lama aku melihat sosok itu sudah tidak ada
Dan…

Astaga ternyata dia telah ada di sampingku, sembari berbisik “tolong temani aku”

Contoh Puisi Baru

Seperti yang saya katakan di awal pembahasan, bahwa puisi dibagi menjadi dua macam. Yaitu puisi baru dan puisi lama. Agar kalian bisa membedakan antara dua puisi ini saya akan memberikan contoh tentang puisi baru, berikut ini contoh puisi baru.
Gapai Impi
Saat aku terpejam, namun tuk  sementara
Aku pikirkan angan, hingga terangkai rencana
Bagaimanakah, hari esok yang cerah?
Pastilah akan indah
Tolong!
Bangunkan aku kala fajar tiba
Sebab aku belum siap kehilanganya
Aku ingin kau temani tuk kejar impi
Semesta, mengangguk menyetujui
.
Aku menunggu sang cahaya,
Tuk menuntunku dalam kegelapan
Dan sepoi angin menggenggam lembut jemariku dengan perlahan
Mencegahku terjerumus pada jurang kebodohan
.
Walau saat ini, jejak samar lekat pada ketidakpastian
Hanya langkah pasti yang sengaja kuteruskan
Dengan yakini wujudkan cita serta asa
Hingga terbawa aku hanyut kemuara keberhasilan
.
Sebelum terlambat,
Mari kita rajut semuanya menjadi cita
Yang kelak, akan terpetik buah dari upaya
Kita tertawa bersama mengejar mimpi
Hingga nyata menghampiri
Menata yang kumiliki,
Hingga yang sia-sia akan jadi rasa yang  cepat berlalu
Soto oh Soto 
Kukuruyuuuuk
Kruyuk kruyuk,
Kruyuk
Keroncong meraung-raung
Dari buncit, terhimpit lemak
Kala pagi datang, ayam-ayam memekik kejam
Aku kelaparan
Teng teng teng teng
Belum juga terdengar
Tooo tooo sotooo
Biasa ia berteriak,
Kini masih belum juga terdengar
Tapi perut berontak lapar.
Raga bergetar,
isi perut terus saja menggelepar.
Sialan !!
Kemana ia?
Tak biasanya belum datang
Gerobak paling kunantikan
Pembawa kuah kuning paling kufavoritkan
Tak jua datang
Cacing berdendang tak sabar
Tunggulah sebentar; gertakku
Abang oh abang
Mana gerobak kayumu?
Lekaslah kemari,
Sebelum aku terkapar,
Mati.

Contoh Puisi Singkat

Gemerlap Malam Dihiasi Lampu Kota
Kerlap-kerlip memanjakan mata
Aku melihat ada yang berbeda
Dari sorot mata terselip cinta
Redupnya purnama ditepian samarkan sinarnya
Pun serupa rindu ini berharap cemas
Namun tetaplah memberikan degupnya
Pada musim bunga yang bersemi indah warnanya
Seperti halnya sang mentari,
Yang tetap bersinar kala mendung menutupi
Namun ia tak henti menyinari sepanjang hari
Dengan cahaya yang berseri-seri
Dan bayu yang menemani membelai rambut panjangmu
Seolah berkata; tetaplah disini
Menua setia hingga maut menutup mata
Dan abadilah dirimu ditiap hembusan nafasku
Tersesat 
Gelap gulita memandang malam
Tengah hutan belantara
Memacu adrenalin
Tersesat
Bingung
Mencari arah
Berkelana tak karuan
Hingga menemukan jalan pulang
Dogma Negeri
Dari buah hati
Menjadi buah diri
Berbuah peduli
Dan buah negeri
Untuk sang pertiwi
Masihkah kau peduli
Atau akan pergi
Bahkan mencaci

Contoh Puisi Bebas

Muak 
Dalam diam ronta acap memekik
Mencabik segenap prasangka baik
Menyela liar seribu satu alasan
Jalang tatap mendelik bertebal muka
Puhh…
Segala nista kau tebar di atas empuk keakraban
Sesekali mencari celah lemah
Untuk kau tancapkan belati kebenciaan..
Kembali kau terjebak rasa pada prasangka hina
Kau rusak semua dengan api dengki menyala
Hati menggerutu seakan tak terima
Karna kau asyik menebar cela
Tangan ingin merauk membungkam
Bibir manis yang tak henti mencaci
Susah payah diri menahan gejolak hati
Dari kata yang seperti duri tajam
– TAMU DADAKAN –
Sepi memekik di tubuh malam ini
Buih gigil membangkitkan bulu kuduk
Ada yang tak sadar mendekati diamku
Sepasang ibu dan anak dari dunia lain
Sontak degub jantung berdetak kencang
Wajah pucat pasi dengan senyum menyeringai itu tertuju padaku
Hawa panas kian merasuki tubuh
Langkahku mendadak membeku dan kaku
Semerbak wangi melati seketika menjadi anyelir bau bangkai
Dengan suara parau dia menangis, kemudian tertawa tiba-tiba
Tatapnya kosong, tubuhnya cacat, berjalang terpincang-pincang
Mendekatiku yang ketakutan
Perlahan ia mulai mendekatiku, sambil terus meringkik kesakitan
Dengan wajah yang berantakan tak berbentuk
Darah segar masih saja mengucur membasahi parasnya
Dan angan tak karuan mulai mengeroyok isi kepalaku

Contoh Contoh Puisi

Perjalan Panjang
Seandainya aku sudah ada diawal perjalananku
Aku harus bagaimana nanti?
Pernyataan menjadi pertanyaan yang tidak pernah bisa aku jawab!
Kesalahan demi kesalahan
Menyertai di setiap hariku
Jiwa di selimuti perasaan bersalah
Tiada kuasa aku untuk sembunyi
Atas kematian semakin mendekat, menghampiri
Tafakur aku bersujud
Memohon segala pengampunan
Waktuku tidaklah banyak
Karena setiap saat aku harus siap berangkat melalui jalan panjang bersama-Nya
Barbarah Si Berdebah
Sebentar!
Tanganku masih gemetar
Lihatlah! Tanpa memilah
Apa aku adalah pilihanmu yang salah?
Bagaimana bisa?? Hanya karna muka
Aku kalah kosong tiga
Sebentar!
Tanganku masih saja gemetar
Pedulilah! Tanpa harus iba
Apa aku pernah memaksamu Cinta?
Bila iya, untuk apa?
Bukanya merasa bahagia
Malah akan menimbulkan luka
Jawab!
Jangan gugup dan bicara gagap
Untuk apa kamu menggenggamku
Sedang di hatimu rumah untuknya sudah kau bangun
Harusnya aku, bukan wanita itu
Kenapa kaku?
Pikiranku beku atau hatimu yang membatu ?
Disini aku menunggu jawabmu
Sudah, cukup!
Diam mu telah menjawab pertanyaanku
Bahwa nyatanya, takdir telah menjeda kita untuk menyatu
Dan berakhir, hanya sebatas kenangan masa lalu
Pergilah!
Bahagialah bersama si barbarah
Bila ia mampu membuatmu bergairah
Segerakan dan Bersandinglah !
Jangan sampai aku membuat kalian musnah!
“Rindu kampung halaman”
Kesunyian kembali mengusik anganku
Merintih ditengah cahaya temaram
Membawaku ke dimensi masa lalu
Bersama rindu yang tak kunjung karam
Imajiku mengembara kian liar
Menyusuri jejak-jejak yang tergenang
Hingga aku kembali mengenang kisahku yang kian terbuang
Aku rindu kampungku
Kota kecil penuh sejarah
Kota yang kental akan budaya
Yaitu, Kota Reog namanya
Rasa bosan dengan kebisingan di kota industri ini, mengajak inginku tuk kembali mengasingkan diri.
Menikmati hamparan rumput segar serta menikmati sejuta keindahan alam lainnya.
Yang membuatku semakin rindu padanya
Rasanya lama sekali aku tak mengunjungimu

Contoh Puisi Alam

Sang Rembulan –
Kulihat, rembulan berbincang dengan malam
Bercerita kisahnya yang kelam
Aku kembali memandang malam
Yang penuh kehampaan biru lebam
Tak biasanya rembulan begitu gamang
Sinarnya redup pun remang
Sungguh rembulan yang malang
Berharap sapa sang mentari kala siang
Memang tragis nasibmu rembulan
Tak dihirau, apalagi mau berkawan
Rembulan yang dulu diatas awan
Kini tak lagi menawan
Sesungguhnya kau tak perlu bersedih hatiKar
ena tanpamu malam pun tak berarti
Cahayamu selalu dinanti
Tiap-tiap jiwa yang dipeluk sunyi
– Pelangi –
Pelangi indah
Warna teduhkan mata
Buat terpana
Hiasi langit
Kala hujan mereda
Sejukkan pandang
Suara burung
Menyemarakkan langit
Yang tengah lengang
– Pagi –
Dengan kuseruput aroma manja kopi pagi ini
ak pelak imajiku melayang pada kisah kita saat ini
Namun disini hanya ada rindu yang menggebu yang mencipta angan belaka
Sedang kau disana tetap bersikukuh dengan tega
Wahai Mentari, apa masih ada harap untuk ku kelak?
Jika ia tetap melangkah pergi walau sesungguhnya disini lah tempatnya berpijak
Dengan setia aku menunggu untuk kembali kau ajak
Menikmati romantisnya pagi bahkan hingga senja mulai beranjak.
Lalu sekian banyak langkah yang tertinggal pada sudut ruangan ini.
Yang tergesa tiap jejaknya mengeja hening sunyi
Yang menabung rindu pada sandiwara bahagia yang tercipta lewat beberapa konotasi
Maka inginku ada yang meneduhkan menjelma kehangatan mendekapku.
Meski hanya sekejap, setidaknya ada sekian menit dimana aku berhasil melupakanmu

Contoh Puisi Cinta

Rona jingga kembali merengkuh rindu
Membenamkan rasa di kala syahdu
Lembayung melambai damaikan kalbu
Menyapa lembut langit yang biru
Angin bercengkrama dengan seksama
Melihat peri bumi sedang berirama
Terlantun dendang asmara
Menyala asa di jiwa
Binar berpendar di edar waktu
Mengusir pekat
Menghapus kelam
Semburat benderang memeluk angan
Melambung sukma di belai sang pujangga
Serasa surga pindah ke bumi
Terbang, menembus batas imaji
Sukma terbang mengangkasa
Mencumbu bayangmu di taman mega.
Bunga cinta abadi
Merekah tersiram doa pemujanya
Moga tak layu oleh bisa Rahwana
– Berharap Rindu Nyata –
Langit mulai meredup
Hujan di matamu kembali tumpah
Deras membasahi muka
Sebab rindu terbayang nyata
Tak kuasa ku menahan duka
Atas rindu yang ada
Segala doa beriringan dengan derasnya Hujan semoga kelak akan di kabulkan
Hanya harap yang bisa ku semogakan
Perihal terwujud biarlah itu rencana Tuhan
Kita cukup siap menerima kenyataan
– Tentang Kamu dan Senja –
Senja kali ini masih tentangmu
Tentang rindu yang kian menggebu
Hingga jingga berlalu dan tenggelam
Rasaku tak jua padam
Senja kali ini juga tentangmu
Tentang penantian yang tak kunjung henti
Meski telah lama ragamu pergi
Hatiku tak jua letih
Meski letih senja tak henti menyebar kisah
Bersama sang mega dipelataran semestaMana
nti rindu dengan segala rasa yang ada
Sebab sapa tak jua berakhir jumpa
Jadi senja,
Bisakah kau sampaikan kepadanya
Tentang segala rasa yang membuncah?
Tentang bayi-bayi puisi yang lahir karena menantinya

Contoh Puisi Cinta Romantis

Padu Rasa 
Tuan kata suka Nona
Ucap saja usah malu
Biar hati akui rasa
Jiwa haru biar tahu
Usah diam tiba tiba
Mari kita sama jaga
Ikat hati bila suka
Asal bisa abai luka
Mari hati kita tata
Biar lara usai sana
Kita padu cita kita
Biar hati sama rasa
Mari kita bias impi
Kita tata dari sini
Agar rasa siap semi
Rasa mati jadi suci
“LUKA”
Kopi kali ini terasa berbeda
begitu hambar tak terkira
tak usah kau tanya mengapa?
Sebab kau sendiri tau jawabnya
Malamku hampa penuh tanya
akan kita yang memisah
meregang rasa bernama cinta
menyisa luka yang kau sengaja
Tak ingatkah kau akan semua?
Pergi begitu saja dengan tega
meninggalkan kubangan duka
bahkan sesal pun tak kau rasa
Kini langkahku tak kenal arah
duka lara mengobar bara
dalam sesak aku merebah
mengutuk waktu atas kita
Mengharap jeda,
semesta pun tak iba
tersisa pasrah pada Sang Illah

Contoh Puisi Cinta Untuk Seseorang

– Berserah kepada Takdir –
Ada asa yang masih ku genggam
Tentang harap dan kesemogaan
Perihal kamu dan kisah yang tak jua bisa aku wujudkan
Disini,
Aku menanti dengan penuh ketabahan
Walau hati tak juga kau pedulikan
Biarlah rasa mengambil alih segala yang ku semogakan
Aku ingin bijak saja
Tak jua memaksa
Perihal rasamu padaku seperti apa
Segala masih bisa ku semogakan bukan?
Meski kelak tak pernah jadi kenyataan
Dan semua akan menjelma baik-baik saja
Tak perlu kau risaukan apapun kenyataan
Sebab segalanya telah menjadi kuasa Tuhan
Biarlah takdir sebagaimana mestinya berjalan

MENUJU LANGIT IMPIAN”
Dentingan waktu kian melaju
langkah-langkah merapuh
danau peluh masih menggenang, dilelahku
Senyap aku meronta, tersekat ringkih juang; tak berjeda
Menepis ragu dengan suka
kuatkan langkah,
yang kian mati rasa
mencoba lupa kata menyerah
apalagi bermuram durja
Masih kubuka lebar layarku
tak hirau lagi celoteh; untukku
kututup telingaku
kuterjang lagi ombak-ombak itu
untuk menebus segala citaku.
Kutanamkan seribu paku semangat
kupacu gelora dengan kuat.
Aku; yang berdiri sekarang
dari sisa waktu yang terbuang
Tak akan kusia-siakan begitu saja
tergeletak mati tak bernyawa; ia
Mengemas asa
mengukir bara
pada tanah dan samudera
yang kuterjang menuju langit angan di ujung semesta
Kuhilangkan segala keraguan
dengan kobar semangatku
demi menggapai impian
yang masih setia menungguku
tanpa ragu, aku tetap melaju
Tanah mencibirku waktu itu
laut mencaci mati, aku
sedangkan angin,
hendak membuat semangatku dingin
dari nyalanya yg telah nanar binar

Contoh Puisi Cinta Untuk Doi

– Pengais Sisa –
Aku bertempat di pelataran senja
Menatap padam, tak terarah
Tergilas, riuh tawa-tawa hina
Tertindih, lirih impi yang meniada
Berteman malam
Beralaskan semesta
Mengemis belas kasihan
Diantara euforia
Menggantung asa dilepas mega
Menanam rimbun dihempas bara
Mengais sisa tak temu, sisa
Terang, entah kapan jumpa?
Berharap peduli nyata tak bisa
Pelak asa jadi binasa
Kembali patah luar biasa
Sebab angan ditepis kuasa

. – Karma Penghianatan
Sepi kembali mencabik ingatan
Tentang luka yang kau ciptakan
Setelah percayaku kau abaikan
Dengan cara tak karuan
Kau dustai aku dengan segala harapan
Hingga kau tikam aku dengan alasan bosan
Padahal segalanya yang terbaik telah aku lakukan
Namun apa daya, aku hanya sebuah kesalahan
Kau singkirkan aku dengan sebuah penghianatan
Dari penantian yang ku lakukan
Inilah sebuah balasan,
Dari segala cinta dan ketulusan
Hingga kau tak bisa mengelak takdir Tuhan
Balasan yang kau terima akan lebih menyakitkan
Sebab karma selalu berpihak pada kebenaran
Begitulah sekiranya Tuhan membalaskan

Contoh Puisi Cinta Sedih

Di ujung penantian.
Di ruang kehampaan,
Aku sendiri berteman sepi,
Berkawan rindu,
Betapa jarak membuat hatiku pilu
Sebab kau yang kutunggu
Tak kunjung temu
Waktu semakin membuatku resah
Hingga aku hampir memutuskan asa
Rinduku memberontak meminta kau kembali,
Penantianku tak bisa padam,
Memaksaku untuk terus mencintaimu

Hingga akhir waktu
Aku harus meyakinkanmu
Bahwa rinduku masih sama seperti dulu
Yang tak juga menemui titik temu
Aku masih disini,
Di tempat ini,
Berharap di ujung penantian,
Cintamu masih tetap sama..

– Hujan Kenangan –
Rintik hujan kembali mengusik malam
Deras membasuh kenangan
Pada rindu yang sengaja kupendam
Kini melintas dalam ingatan
Berteman dingin dan sepi
Aku semakin larut dalam lamunan
Semilir angin pun seakan mengiringi
Bayangmu yang perlahan berdatangan
Membuat rinduku enggan pergi
Hingga melekat didasar hati
Resah dan gelisah ini tak kunjung reda
Hadir antara kita yang terjebak jeda
Ingin kusudahi rasa ini
Merelakanmu pergi beranjak
Namun hati enggan berjarak
Kau tetap ada di sini; di relung hati

Contoh Puisi Romantis

– Demi Hati –
Demi hati
Dengan satu harapan yang di nanti
Kuresapi sembari menghirup aroma kopi
Yang ku teguk seorang diri
Aku beranjak pergi dari sepi
Sedang rindu enggan memilih tuk pergi
Tetap saja menetap dalam hati
Hingga aku tak bisa memungkiri
Rasa itu masih bersemi di sini
Datanglah kembali
Apa kamu tak lelah mencari yang melebihi?
Aku disini
Bersama rindu yang menunggu tuk di temui
Meski dirimu memilih berlalu pergi dan bahkan tak mau menoleh lagi
Dengan hati yang kian merintih aku akan selalu menanti
Meski letih kau tak lagi peduli
Apa mungkin hatimu telah mati?
Sampai aku tak kau beri ruang tuk kembali mengisi
Kini
Ada sakit yang sengaja ku diami
Ada rasa yang tak ingin ku sudahi
Biarlah aku terbunuh oleh kebodohan diri sendiri
Karna tak mungkin juga aku berlari
Hanya untuk mengejar kamu yang tak pasti
Jelas rasaku ini akan rugi

“Teringat Kembali”
Ada sesuatu yang mencibirku malam ini
Terdengar dari tepian dinding berkabut
Aku tak tahu itu rindu atau benci
Tapi cukup membuatku takut
Iya takut…..
Takut kembali kehilangan dalam masa rapuhku
Tak pelak akal pun mengurai angan
Hingga membumbung melebihi awan
Terkenang kembali suatu masa
Dimana saat kita masih bersama
Yang hanya memilukan rasa
Hingga makin tak berdaya
Namun tak secercah pun saat itu
Engkau merasa iba pada diriku
Pada seseorang yang pernah menggengam jemarimu
Merawat luka-luka mu dengan tegar
Menyemai kembali bibit rindu dengan sabar
Yang dahulu sempat terabaikan karena pertentangan
Hingga akhirnya terselesaikan dengan adanya perpisahan
Perihal hati yang masih menyimpan sejuta kenangan
Nyatanya kini tak lagi mampu menjamah kerinduan
Berusaha ku lenyapkan segala bayanganmu
Dengan kesusah payahanku
Ku biarkan sang waktu yang menjawab itu
Menjawab keraguan hati hingga terpejam

Nah itu tadi sedikit sharing dari admin kumpulan contoh puisi. Puisi mana yang menurut kalian paling berkesan dan paling nempel dihati? Silahkan berikan komentarmu. Semoga bermanfaat bagi kalian para pembaca. Dukungan kalian sangat berpengaruh dalam kemajuan website ini. Share artikel ini jika sekiranya dapat membantu orang yang sedang membutuhkan. Jangan lupa untuk selalu mampir di portal dunia Pantun dan puisi ?

Related Posts

60+ Kumpulan Contoh Puisi Pendek, Lama, Baru, kontemporer, Cinta dll Lengkap
4/ 5
Oleh