Selasa, 11 September 2018

Kumpulan Puisi Untuk Ayah Terbaru

Kumpulan Puisi Untuk Ayah ayah adalah sesosok orang tua yang sama pentingnya dengan ibu karena tanpa ayah maka kita tidak ada di dunia ini, jika ayah kita tidak ada maka kita juga tidak ada. Ayah juga orang yang melindungi kita, bekerja untuk memberikan kita makan dan kadang dia menjadi pendengar yang baik di saat kita banyak masalah. Oleh karena itu saya ingin menulis puisi untuk ayah yang ada di seluruh dunia.

Kumpulan Puisi Untuk Ayah Tercinta


Rindu Untuk Ayah
Puisi ayah karya: Rayhandi

Malam ini tanpa bintang di langit
Hanya hitam yang bertasbih disana
Sama seperti hatiku yang sedang hitam
Gersang tanpa hangat pelukan ayah.

Angin masih datang dengan cara sama
Memanjat setiap pucuk ranting hingga ulu hati
Aku di sini beku bagai pucat tanpa warna
Di sini aku masih merindukan sosokmu ayah.

Ayah aku sangat merinduimu
Merindukanmu dengan cara diam bisu kata
Ayah engkau teramat jauh di mata
Untuk menyentuhmu saja aku harus melihat langit.

Doa kukirim untuk rasa rindu ini
Kujadikan ia penawar segala rasa asa
Kugenggam ia hingga putih
Ayah masihkah kau disana?

Ayah malam ini kukirim sepucuk rindu
Rindu yang telah uban kusimpan di laci hati
Kutitip ia pada angin malam yang beku
Semoga pucuk rinduku sampai di jasadmu.




Ayah, sayangilah aku
Puisi ayah karya: Rayhandi

Aku lahir suci bagai putih
Tanpa tahu dosaku
Tanpa tahu salahku
Tanpa tahu apapun.

Aku ingin di sayangi
Wahai ayah mengapa engkau teramat tega
Tega mencampakkanku dan bunda demi wanita lain
Mengapa? apa karena kami miskin?

Tuhan tahu jalan takdirku
Termasuk saat aku di permainkan oleh kehidupan
Di buang oleh laki laki bernama ayah
Aku hancur bagai laksa tanpa bentuk.

Semoga suatu hari nanti saat aku mati 
Engkau bisa bahagia karena saat aku mati
Telah kubersumpah pada diriku untuk membawamu ke jahanam
Karena dosamu padaku, terlebih pada bundaku.



Aku cinta padamu ayah
Puisi ayah karya: Rayhandi

Aku cinta padamu ayah
Teramat cinta malah
Ingin rasanya kukecup pipimu
Namun aku malu, tidak! gengsi.

Aku cinta padamu ayah
Aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu
Bolehkah aku berharap semoga umur kita panjang
Kita bisa menghabiskan waktu hingga maut menerjang.



Panjangkanlah Umur Ayahku
Puisi ayah karya: Rayhandi

Untuk engkau pemilik umur
Yang menarik dan menanamnya di anak adam

Panjangkanlah umur ayahku
Berilah ia kemudahan dalam hidupnya

Sehatkanlah jasadnya
Jauhkanlah penyakit penyakit

Aku teramat mencintainya
Panjangkanlah umurnya

Wahai ayah yang kusayangi
Maafkan daku

Daku belum bisa menjadi anak baik
Belum bisa jadi seperti harap kau

Panjangkanlah umur ayahku
Dengannya aku dapat membuktikan bahwa aku bisa membuatnya bangga akan aku.



Saat Saat Bersama Ayah
Puisi ayah karya: Rayhandi
Waktu berjalan begitu cepat
Menikam waktu dan kenangan yantg kugenggam bersama ayah
Bermain dengan puisi biru saat aku beku
Hilang kosong di tangan, raib.

Seandainya waktu sedikit tahu
Tahu bahwa hatiku teramat menyayangi ayah
Aku tidak akan kehilangan seperti ini
Seperti puisi kehilangan baris.

Kenangan begitu banyak berputar di otakku
Saat bermain hujan saat memancing
Kenangan itu masih menyatu dengan kenyataan
Kenyataan yang tiada berhenti mempermainkanku.

Ingatkah wahai ayah
Duu ketika kau masih bernafas di balik nyata
kau selalu mengingatkanku tentang kesabaran
kesabaran yang sampai detik ini masih kusimpan teguh dalam hati.

Tapi sekarang semuanya berubah
Semuanya hanya tinggal bangkai cerita
Yang suatu hari nanti akan ku kubur di bawah pohon jarak
Kutabur ia dengan doa.


Selamat Jalan Ayah
Puisi ayah karya: Rayhandi
Selamat jalan ayahku tercinta
Lelaki miskin berhati kaya
Lelaki yang tiada pernah menangis di depan anak anaknya
Lelaki yang selalu menjadi bahu untuk bersandar kerapuhan anak anaknya.

Selamat jalan ayahku tercinta
Sungguh demi apapun kepergianmu masih menyakitkan
Menyisahkan luka yang tiada mau sembuh
Meninggalkan kenangan yang tiada habis.

Selamat jalan ayahku tercinta
Di sini, di gundukan tanah ini
Aku masih memegang teguh kalimatmu
Kalimat yang seharusnya menguatkanku dari duka ini.

Selamat jalan ayahku sayang
Disana semoga engkau bahagia
Semoga allah memasukkanmu ke dalam jannahnya
Sama seperti yang kau inginkan dulu bukan?

Selamat jalan ayahku sayang
Aku selalu ada disini untukmu
Di dunia fana ini kita menulis banyak cerita tentang kita yaitu ayah ibu aku dan adik adik
Masih ingatkah dikau ayah?

Selamat jalan ayahku sayang
Doaku masih menjadi angin subuh
Terbang melayang menembus hijab
Hilang di telan malam hitam.

Selamat jalan ayahku sayang
Pelangi yang dulu kau bilang sekarang muncul
Tepat di kaki langit kulihat ia
Warnanya tidak seindah dulu, sedikit buram kelam.

Selamat jalan ayahku sayang
Kadang aku ingin melayang mengikutimu
Karena rasa sakit yang mendera matipun mau rasanya
Kadang aku bertanya pada malam '' apa gunanya aku hidup? ''

Selamat jalan ayahku sayang
Di sampingku bunda masih setia mencumbu namamu dengan dzikir
Adik menangis raung 
Sedang aku tersenyum dan berkata '' kita harus kuat ''

Selamat jalan ayahku sayang
Apa yang harus kujawab jika adik bertanya '' ayah kemana? ''
Haruskah kujawab ia telah ditelan maut dan raib dimakan tanah.

Selamat jalan ayahku sayang
Aku berjanji pada dirimu di sana
Ajan kujaga ibu dan adik adik 
Sebagaimana engkau menjaga kami dahulu.

Selamat jalan ayahku sayang
Aku merindukanmu ayah
Andai saja waktu bisa kuputar bagai roda
Kan kubekukan ia dengan dahsyat hingga tiada yang bisa memisahkan kita.

Selamat jalan ayahku sayang
Ayah harus berjanji pada kami
Jika kelak kita dipertemukan
Ayah tiada boleh meninggalkan kami.

Selamat jalan ayahku sayang
Kami di sini akan kuat sekuat karang di samudera
Tiada akan goyah meski diterpa ribuan ombak
Kami berjanji kami juga akan bahagia disini
Sampai bertemu kembali ayah.


Saat Ayah Tidur
Puisi ayah karya: Rayhandi
Saat ayah tidur
Kutemukan seberkah kedamaian disana
Tepatnya di wajahmu yang senja itu
Kulihat di sana begitu banyak sajak balada.

Saat ayah tidur
Kutemukan wajah kebebasan
Laksana rindu terbebas dari kesepian menghujam
Di sanalah kutemukan ia.

Saat ayah tidur
Saat itulah kau menjadi asli tanpa topeng tanpa drama
Kau menjadi dirimu yang rapuh dan sakit
Kau menjadi manusia wajar bukan robot.

Saat ayah tidur
Ingin rasanya kumenangis
Mengingat sebait takdir kita yang sekarat
Mati tidak mau menyerah tidak bisa.

Saat ayah tidur
Ayah kudongakkan wajahku ke atas biru
Kumohon padaNya dengan khidmat
Semoga aku selalu bersamamu
Melihat tidurmu ayah.


Lelaki di Sudut Lorong
Puisi ayah karya: Rayhandi
Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki kuat bak baja dan sabar bak laut
Tiada mengeluh ketika susah
Tiada pula berteriak ketika senang.

Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki miskin
Miskin harta tapi kaya hati
Miskin ilmu tapi kata iman.

Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki mati rasa
Tiada bisa tersenyum tiada bisa menangis
Kehidupan telah mempermainkannya.

Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki berhati maaf
Ratusan orang pernah memakinya, memaki harga dirinya
Maaf masih ia suguhkan untuk membalas mereka.

Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki yang hidup dengan airmata
Hidup di jalan
Bertemankan hina dan berkasihkan sengsara.

Lelaki di sudut lorong
Kerasnya takdir telah mengubahnya
Hatinya telah tiada tanpa bentuk
Raib di telan rasa sakit.

Lelaki di sudut lorong
Makanannya adalah kekecewaan
Minumannya adalah airmata
Dan pujiannya adalah hinaan.

Lelaki di sudut lorong
Tidur di emperan toko
Kerjaannya adalah mengharap, tidak! mengemis
Mengemis sedikit nurani dari mahkluk yang mengaku manusia.

Lelaki di sudut lorong
Dia adalah ayahku
Masa mudanya telah menjadikannya batu
Kerasnya hidup membuat ia tegar.


Ayah Selalu Ada Di Hatiku
Puisi ayah karya: Rayhandi
Ayah
Engkau dan aku terpisah teramat jauh
Tiada cara untuk bertemu denganmu
Karena di kau sudah ada di sana di surga.

Ayah
Engkau terlalu jauh untukku jangkau
Lebih jauh dari ribuan bintang malam di angkasa
Teramat sangat jauh.

Ayah
Kutulis puisi ini karena daku teramat merindukanmu
Hatiku menjerit tersiksa lantaran rindu ini
Puisi ini kutulis dan kuselip sepotong rindu untukmu ayah.

Ayah
Rindukah engkau akan aku?
Inginkah kau bertemu denganku anakmu ini?
Kumohon datanglah dalam mayaku.

Ayah
Meski jarak terhalang raib
Kau tetap bisa kulihat dan kusentuh
Karena kau ada di sini
Tepat di hatiku.


Nah itulah kumpulan puisi ayah semoga puisi ayah di atas bisa bermanfaat dan berguna untuk pembaca sekalian. Juga kumpulan puisi untuk ayah tercinta ini bisa meningkatkan rasa cinta kita untuk ayah kita. Karena tanpa seorang ayah kita tidak pernah ada di bumi ini. Hargai, cintai dan sayangilah ayah kalian karena akan sangat sakit rasanya kehilangan seorang ayah. Kumpulan puisi untuk ayah di atas semoga berguna.




Mungkin Kamu Cari:

Related Posts

Kumpulan Puisi Untuk Ayah Terbaru
4/ 5
Oleh