Rabu, 20 Februari 2019

100+ Kumpulan Pantun Galau Patah Hati Putus Cinta Kecewa

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang masih terkenal sampai sekarang. Teman-teman pun pasti setidaknya pernah mendengar pantun tidak hanya di dalam pelajaran bahasa Indonesia, melainkan juga di acara-acara hiburan adat sampai program hiburan komedi di stasiun televisi. Karena berbagai hal ini pulalah, tidak ada alasan untuk enggan untuk mempelajari pantun dan jenis-jenisnya.
Selain bisa menambah pengetahuanmu dan meningkatkan kemampuan dalam pelajaran, memahami pantun dan jenis-jenisnya dapat membuat kamu semakin kreatif ketika berinteraksi dengan orang lain dan mau memberi hiburan atapun nasihat kepada sahabat-sahabatmu.

Pengertian Pantun

Hemat kata, pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi. Sebelum mengenal apa saja jenis dari pantun, ada baiknya teman-teman memahami dengan baik dulu ciri-ciri dari jenis puisi lama yang satu ini. Tentu saja ini agar kalian dapat dengan mudah mengklasifikasikan sebuah puisi lama itu layak disebut pantun atau tidak. Memahami ciri-ciri pantun juga membuat kalian akan lebih mudah membuat jenis puisi yang satu ini.

Ciri-ciri Pantun

Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut ini.

1. Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris

Jika prosa mengenal ada paragraf untuk tiap rangkaian kalimat yang berada dalam satu gagasan utama, jenis puisi lebih akrab menyebutnya sebagai bait. Tiap bait biasanya berisi untaian kata-kata yang berada dalam satu gagasan dan umumnya mempunyai ciri khas tersendiri bergantung jenis puisinya.
Khusus untuk pantun, puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.

2. 8-12 Suku Kata di Tiap Baris

Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata.

3. Memiliki Sampiran dan Isi

Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang kerap dikenal sebagai sampiran.
Untuk masalah penempatannya di dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.

4. Berima a-b-a-b

Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b.
Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.

Jenis-jenis Pantun

Setelah memahami ciri-ciri pantun, kini saatnya teman-teman juga mengenal jenis-jenis pantun yang biasa diujarkan ataupun dituliskan seseorang. Berikut ini adalah jenis-jenis pantun berdasarkan tema isinya.

1. Pantun Nasihat

Pada dasarnya, pantun dibuat untuk memberi imbauan dan anjuran terhadap seseorang ataupun masyarakat. Karena itulah, tema isi pantun yang paling banyak dijumpai berjenis pantun nasihat. Pantun yang satu ini memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan.

2. Pantun Jenaka

Sesuai namanya, jenis pantun yang satu ini memang memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik. Tujuannya tak lain untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar ataupun membacanya. Tidak jarang pula, pantun jenaka digunakan untuk menyampaikan sindiran akan kondisi masyarakat yang dikemas dalam bentuk ringan dan jenaka.

3. Pantun Agama

Jenis pantun yang satu ini memiliki kandungan isi yang membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuannya serupa dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca. Akan tetapi, tema di pantun agama lebih spesifik karena memegang nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.

4. Pantun Teka-teki

Jenis pantun yang satu ini selalu memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.

5. Pantun Berkasih-kasihan

Sama dengan namanya, isi dari jenis pantun yang satu ini erat kaitannya dengan cinta dan kasih sayang. Umumnya, pantun berkasih-kasihan tenar di kalangan muda-mudi Melayu untuk menyampaikan perasaan mereka kepada kekasih maupun orang yang disukainya.

6. Pantun Anak

Tidak hanya untuk orang dewasa, pantun bisa juga disampaikan untuk anak-anak. Tentu saja isinya lebih ringan dan menyangkut hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh si kecil. Tujuan awal dari jenis pantun yang satu ini adalah untuk mengakrabkan anak dengan pantun, sekaligus memberikan didikan moral bagi mereka.



Ciri-ciri Syair Pentun :

  • Terdiri berasal dari 4 larik dalam setiap baitnya.
  • Setiap bait memberi tambahan makna sebagai sebuah satu kesatuan.
  • Semua baris dalam syair adalah isi, menjadi dalam syair tidak tersedia sampiran.
  • Mempunyai pola A-A-A.
  • Jumlah suku kata dalam tiap baris syair adalah 8 hingga bersama 12 suku kata.
  • Isi syair berbentuk nasihat, petuah, dongeng ataupun cerita.
  • Kumpulan Pantun lucu dan jenaka dan juga humor ini kita dapatkan berasal dari berbagai referensi di internet. Jika Anda pernah membacanya di buku atau majalah tetapi kebanyakan sering lupa dan menghendaki membacanya lagi sebab punya unsur seni yang tinggi dan tentu saja menghibur.





Contoh PantunTerbaik dan Terbaru



Pantun Sakit Hati

Jatuh cinta sangatlah indah. Tapi cinta tak selalu indah. Ada saatnya untuk sakit hati. Memang, ada pantun cinta romantis untuk kekasih tersayang. Tetapi ada pula pantun sakit hati. Karena kekasih diambil orang.

Bagaimana membuat rakit,
dari kayu bukan dari kain.
Bagaimana hati tidak sakit,
Melihat kekasih dengan yang lain.

Padi ditanam segera dituai,
tanam kemumu bermain-main.
Kasih kutanam cinta kusemai,
rupanya hatimu milik orang lain.

Ke Kota Mekah beli sorban,
pulang haji makan ikan.
Lelah diriku berkorban,
Betapa tega kau meninggalkan.

Jika indah batu permata,
kenapa tak diambil dari dulu.
Jika memang tidak cinta,
Mengapa tak kau katakan dari dulu.

Sama tinggi pohon randu,
setinggi dengan pohon kina.
Lama sudah kutanggung rindu,
Yang dirindu entah ke mana.

Jika jauh Tanjung Meranti,
jangan pula berjalan kaki.
Mencintai dikau sepenuh hati,
Mengapa kau tega khinati?

Kancil terluka pada kakinya
tendang batu disangka permata.
Kuberikan segala-galanya,
Demi engkau yang kucinta.

Katanya mahal emas permata,
dibawa oleh seekor kuda.
Katanya aku yang kau cinta,
Dengan yang lain masih tergoda.

Tembakau tumbuh di atas kayu,
di atas bukit jalan berliku.
Engkau hanya pandai merayu,
Sekedar untuk memiliki diriku.

Gantilah olehmu selembar kain,
jika ingin membeli ragi.
Carilah olehmu yang lain,
Jangan pernah kembali lagi.

Palu besi menghantam roti,
roti dimakan dengan susu.
Aku telah menutup hati,
Dari cintamu yang palsu.


Pantun Galau dan Kecewa

Galau dan kecewa karena cinta merupakan hal yang biasa. Meskipun dahulunya sering mesra, mengirim pantun romantis di malam hari. Namun jika sudah terluka, semua cinta akhirnya habis. Maka inilah pantun galau dari hati yang teriris.

Burung elang terbang ke rawa,
tak bisa terbang burung onta.
Bagaimana tak kecewa,
Ternyata dirimu sang pendusta.

Sampah datang dari hulu,
siapa hendak memunguti.
Sumpah siapa yang terucap dulu,
Akan setia apapun yang terjadi.

Datang kelapa di tepi hulu,
kelapa banyak satu peti.
Bibir siapa yang manis dulu,
sudah berjanji sehidup semati.

Bila katak lompat sehasta,
bunyinya indah bagai berima.
Bila cinta bertemu dusta,
Untuk apa hidup bersama.

Pujangga penyair berjiwa seni,
melihat kata amatlah jeli.
Cintaku tulus dan murni,
Namun untuk dia yang peduli.

Mengambil air di perigi,
air jernih banyak diminati.
Lebih baik aku pergi,
Dari kehidupan yang tak pasti.

Berkibar bendera serta panji,
tanda datang pendekar sakti.
Engkau hanya memberi janji,
Tapi tak satupun yang terbukti.

Buah mangga buah kemumu,
makan sebiji di pohon waru.
Lelah aku bersabar untukmu,
Lebih baik mencari cinta baru.

Usia tinggi badan renta,
berlalu sudah masa remaja.
Untuk apa ada cinta,
Jika hanya membuat luka.

Pantun Sedih Putus Cinta

Senja hari duduk di teras,
masak air hingga mendidih.
Air mata menetes deras,
Karena hati yang kian pedih.

Air dimasak sudah mendidih,
hangat air cepat berlalu.
Mengenangmu sungguh sedih,
Teringat kenangan manis dahulu.

Berputar zaman bertukar masa,
itulah sunnah Maha Kuasa.
Cinta ini masih tersisa,
Berserak di ruang dada.

Siapa tak pedih kakinya,
jika berdarah dan terluka.
Siapa tak sedih hatinya,
Bila kekasihnya tak setia.

Pupus bukan sembarang pupus,
pupus bayang pikiran limbung.
Putus bukan sembarang putus,
Sekali putus tak dapat disambung.

Lebih baik naik kereta,
kereta cantik berbentuk rusa.
Lebih baik putus cinta,
Daripada putus asa.

Mari menyeberang selat Malaka,
berada di ujung Pulau Sumatera.
Putus cinta membuat luka,
Putus rem bisa celaka.

Kalau tajam bilah parang,
jangan bermain sembarangan.
Lebih baik putus sekarang,
Hidup sendiri tak berpacaran.

Senja datang langit merona,
awan merah di atas kepala.
Pacaran itu mendekati zina,
Banyak dosa tak berpahala.

Banyak orang naik onta,
naik onta ke kota Mekah.
Daripada mikirin cinta,
Lebih baik belajar ibadah.

Pantun Percintaan Resah Gelisah

Dalam pantun galau, mana mungkin ada keceriaan. Namun jika kamu membutuhkannya, cari saja di pantun romantis lucu. Mungkin saja kamu terhibur.

Tanam mawar juga selasih,
terkena gerimis daunnya basah.
Kalau jauh dari kekasih,
Hati resah jiwa gelisah.

Kain hitam terkena arang,
hangat air karena belerang.
Takut kekasih diambil orang,
Sedihlah diriku tinggal seorang.

Ada paku ada peniti,
tentu tajam dua-duanya.
Di sini aku menanti,
Apakah di sana juga setia?

Kotaraja Prabumulih,
dekat Palembang di sana letaknya.
Galau hati harus memilih,
Dua cowok sama tampannya.

Lebih baik ke kota Solo,
perginya naik kereta.
Mungkin lebih baik jomblo,
Daripada cinta tapi terluka.

Bukan hendak menolak permata,
barang mewah mahal harganya. Bukannya tak menerima cinta,
Aku takut tak bisa memberimu bahagia.

Jangan suka ke kota Lama,
kota Lama penduduknya pirang.
Jangan tunggu lama-lama,
Nanti aku diambil orang.

Tumbuh subur pohon pinang,
di bawah sana banyak mainan.
Cepatlah datang meminang,
Lalu duduk di pelaminan.

Mawar indah tapi berduri,
bagai gadis menjaga diri.
Aku jadi seorang istri,
Kamu jadi seorang suami.

Mengalir deras Sungai Asahan,
berhenti air di Kota Dumai.
Kalau cinta dalam pernikahan,
Hati tenang terasa damai.


Pantun Galau Cinta Jarak Jauh LDR

LDR adalah sebuah cinta kisah cinta yang sangat unik. Maka dari itu dalam pantun galau ini disertakan pantun LDR. Bisa jadi saat LDR, kamu semakin sayang. Atau bahkan semakin romantis banget.

Jauh angin berkelana,
dari rimba menuju desa.
Cintaku jauh di seberang sana,
Hanya rindu yang kubisa.

Kucing manis berwarna belang,
kucing berasal dari Serang.
Nasibku ini amat malang.
Kekasih jauh bertemu jarang.

Tanam pala sudahlah tumbuh,
baru tumbuh tinggi sekilan.
Hubungan cinta jarak jauh,
Bagaikan pungguk rindukan bulan.

Anak ayam turun ke kali,
hanya mencari ikan yang bersih.
Berjumpa setahun sekali,
Walau jumpa rindunya masih.

Wangi nian bunga selasih,
lebih wangi bunga melati.
Biarlah jauh darimu kasih,
Asalkan sukses masa depan nanti.

Di mana letak pulau Bali,
dekat dengan Banyuwangi.
Pergiku ini akan kembali,
Demi dirimu aku kerja di sini.

Tuhan kita tuhan yang Esa,
kepada-Nya ibadah kita.
Entah esok atau lusa,
Kita akan bersama-sama.

Bukit Genting di Malaya,
banyak orang bertamasya.
Yang penting sama-sama setia,
Cinta kasih kita jaga.

Rakit di hulu sama ditarik,
angkat dahulu di kelokan.
Cinta yang jauh, lebih baik,
Bila kita sama-sama merindukan.

Pantun Ungkapan Hati

Di bawah ini merupakan pantun galau ungkapan hati. Tapi jangan lupa baca juga pantun cinta untuk cewek. Siapa tahu, siapa tahu hehehe..

Ungkapan Hati Galau

Ke sini sawah ke sana sawah,
banyak lumpur yang terbawa.
Ke sini salah ke sana salah,
Dua-duanya tidak kusuka.

Jalan jalan ke kota Paris,
taman bunga mekar berseri.
Pilih yang di sini orangnya egois,
di sana maunya menang sendiri.

Dalam piring ada permata,
dalam hutan terdapat rusa.
Kamu sering mengatakan cinta,
Tapi sukanya memaksa-maksa.

Badak dan nuri suka berteman,
sayang badak berjalan lamban.
Saat sendiri merasanya nyaman,
Ada rasa yang menjadi beban.


Ungkapan Hati Resah

Asah bukan sembarang asah,
mengasah pisau dengan gerinda.
Resah bukan sembarang resah,
Resah memikirkan seorang janda.

Hari berganti, bertukar zaman,
langit terisi oleh awan.
Janda kembang jadi idaman,
Bibirnya merah cantik menawan.

Kopi diseduh warnanya mengkilat,
meminumnya penuh gaya.
Matanya teduh sangat memikat,
Membuat diriku tak berdaya.

Berdayung menuju satu pulau,
badai topan datang menghalau.
Hati tenang jadi galau,
Cahaya wajahmu amat berkilau.

Kuda padang sudahlah jinak,
sang koboi merasa sayang.
Tidur tak lena makan tak enak,
Wajahmu selalu terbayang-bayang.


Ungkapan Hati Yang Paling Dalam

Ada juga pantun romantis untuk cowok. Tentunya bukan pantun galau seperti yang di bawah ini. Bikin sedih.

Untuk apa batu permata,
kalau tidak jadi piala.
Untuk apa bermain cinta,
Kalau tidak mendapat pahala.

Untuk apa lemari permata,
lebih baik lemari kaca.
Untuk apa menangis karena cinta,
Lebih baik menangis karena dosa.

Si ganteng bernama arjuna,
pandai bercinta seperti Sri Rama.
Pikiran galau tiada guna,
Tenang itu lebih utama.

Cahaya surya amat silau,
makin malam makin temaram.
Memikirkan dunia pikiran galau,
Pikirkan akhirat hatipun tentram.

Kalau memang merah bata,
bata baru banyak warnanya.
Kalau memang mengaku cinta,
Berikan kekasihmu rasa bahagia.

Hujan turun amat lebat,
petir menyambar pohon pinang.
Ingatlah olehmu wahai sahabat,
Ingat Allah hatipun tenang.

Pantun Patah Hati

Pergi ke desa besok lusa,
untuk melihat padi di sawah.
Cinta memang berjuta rasa,
Putus cinta berjuta luka.

Hendak pergi ke Pulau Jawa,
ke Selatan arah tujuannya.
Diriku merasa kecewa,
Saat kutahu kau mendua.

Kalau bukan karena lintah,
tak ada luka yang berdarah.
Kalau bukan membagi cinta,
Lalu apa maksud semuanya?

Untuk apa hari raya,
kalau sebulan tidak puasa.
Untuk apa aku setia,
Padahal dia suka berdusta.

Naik pedati naik kereta,
memang cepat laju jalannya.
Niat hati menjalin cinta,
apa daya bila dia memutuskannya.

Berenang-renang anak ikan,
dalam kolam ia mengambang.
Walaupun pedih aku tahankan,
Patah hati ini membuatku bimbang.

Panas sangar turun gerimis,
hujan lebat baru dimulai.
Jenuh mendengar janji manis,
Berulang kali kau ciderai.

Tepung ketan tepung kanji,
taruh keduanya di sebelah kiri.
Sebanyak apa engkau berjanji,
Sebanyak itu pula kau mungkiri.

Demikian kumpulan pantun. Pantun galau resahnya hati. Meski sedih jangan beruntun. Nasib kan berubah di esok hari.

Kalau kamu sakit karena cinta, lebih baik baca pantun cinta yang Islami. Banyak nasehat juga petuah. Sebagai jalan cinta yang hakiki.

Related Posts

100+ Kumpulan Pantun Galau Patah Hati Putus Cinta Kecewa
4/ 5
Oleh